Thursday, August 21, 2008

Installing BEX server









N/B  : Sumber diambil dari http://billingexplorer.blogspot.com/

Download BEX

1.Server40_R07.rar

Filesize : 5.760.043 bytes

MD5 : D0CA0714EF704CA94F5604474E9341EF

CRC32 : 5812FCEF


2.Client_R07.rar

Filesize : 2.544.853 bytes

MD5 : CC05B8CF9316D23CD484BB6EE0A4CB1A

CRC32 : 45C89E60


3.jamu40to200.exe

Filesize : 82.432 bytes

MD5 : AFFD50F8D63B6C47836D693D417DD01F

CRC32 : 74E91E05


4.bexdeskpro#2_movzx.exe

Filesize : 13.312 bytes

MD5 : 2F719ACF39E6D67216065F253BDCBA50

CRC32 : C21AC5DB


5.BEXPatchv1.exe

Filesize : 8.192 bytes

MD5 : 78F779129030DEE252CBC87143C76CF0

CRC32 : B01730BA


6.Graphic_Setup.rar - Optional

Filesize : 4.531.477 bytes

MD5 : AD4C1A006A8505459A3EBAA31AF870FC

CRC32 : A3574931


[AIO] All in one TUTORIAL Billing Explorer in PDF

Filesize : 2.386.095 bytes

MD5 : 6E024127DE7CD8A2AB768F5F83A4D760

CRC32 : 1DBD7B52


Video Tutorial :
-Setting Server

Filesize : 1.043.876 bytes

MD5 : EDE291454F4B970254E31F6F4DF3D486


-Setting Client

Filesize : 249.317 bytes

MD5 : 9DD6C29988C411C100FFBE2F646FF928


N/B  : Sumber diambil dari http://billingexplorer.blogspot.com/

Wednesday, August 20, 2008

Trouble Shooting Billing Explorer and [FAQ] Frequently Asked Question



Frequently
Ask and Question


Q. Gw berhasil add Pre-Paid, tp di client gak bisa Login?
A. Pada Billing Server
1. Masuk ke Control Panel.
2. Buka Regional and Language Options.
3. Pada pilihan "Standars and formats", pilih English (United States).
4. Pada location, pilih United States
5. Apply, Ok



Q. Koq masih gak bisa login yah?
A. Udah di Unlock Client blom PCnya

Q. Koq harga diclient sudah puluhan ribu, sedangkan di server baru beberapa ribu saja?
A. Samakan jam antara server dan client anda.

1. Klik start - run
2. ketik net time \\nama_komputer_billing. ex. "net time \\billing"

Q. Koq direport database gw sering ada durasi 00:00:00 yah?
A. Wah... klo itu gw jg bingung dah. Tanya Setyo Puguh dah... itu paling dibilang "Bugs billing"

Q. Klo move client, koq distatus Generalnya masih ijo? Seharusnya kan putih
A. Sebelum di Move Client,
1. Klik dulu client yg mau dipindah. Misal 20 mau pindah ke 17, maka klik dulu WS20nya
2. Klik Move Client, 20 to 17.
3. Lsg aja Enter.

Q. Koq billing di client gak bisa distop yah?
A. Hmm...
1. Cek Koneksi Client.
- Start - Run - ping 192.168.xxx.xxx -t - ok
Jalan gak? Ada koneksi ke PC tsb ga?
2. Biasanya emang dari client gak mau distop setelah penggunakan RAM yg berlebihan. Contoh abis selesai maen RYL/RF/SEAL. Pas billing abis pasti susah stop-innya >,< color="DarkOrchid">Q. Koq durasi di server 00:00:00 dan harganya 1? Tapi di client harganya normal?
A. Hmm...
1. Klik Help - Test Registrasi. Masih belom benar?

2. Cek Start - Settings - Network Connection. Kedisable kagak tuh LANnya? Klo kedisable, klik kanan Local Area Connection, Enable.
3. Ganti Ethernet Card?

Q. Udah tanggal 1 Oktober nih. Gmn cara liat pendapatan bulan lalu? Per 31 September? Bisa liat kebulan Agustus ga?
A. Hmm
1. Klik View - Report Data - View
- Buat tanggal ke 1 dulu
- Ada tombol View Yesterday kan? Klik dah

- Berubah kan bulannya dari Oktober ke September?

2. Wew... akses operator hanya bisa liat transaksi satu bulan kebelakang. Klo elu admin/owner, masup aja ke View - Report Data - Update data. Masupin password database. Lu ubah aja lsg bulannya

Q. Ada bugs nech. Klo dari server billing klik Shutdown Client. Trus pilih logoff client nomer 5 misalnya. Nah trus dari client 5 tsb lsg klik username windowsnya. Itu gak ada billingnya, broer


A. Waks... gawat... operator bisa nakal niyh
1. Start - Run - nusrmgr.cpl - ok


2. Klik nama account/user windows anda


3. Klik Create Password


4. Tulis password anda di kolom text pertama dan kedua. Klik Create Password


5. Do you want to make your files and folders private? NO~!!!


Q. Ada user maen paket. Paket 2 = 10jam. Di WS30 misalnya. Pas udahan... koq direport databasenya ada 2 yah transaksinya? Yang satu Pas paket abis. Yg satunya lg di jam ke xx:xx:xx ada juga. Gak mungkin dong Waktu Start sama, bisa ada double billing gt?
A. Wigh...
1. Start - Run - ping 192.168.xxx.xxx -t - ok
Jalan gak? Ada koneksi ke PC tsb ga? Klo jalan, brapa dapetnya? Klo LAN itu bagusnya <-1. Itu brapa?


N/B : sumber dari http://billingexplorer.blogspot.com/

Sunday, August 17, 2008

Memperbaiki harddisk yang bad Sector

Harddisk adalah media penyimpan yang sangat penting pada computer. Sayangnya umur pemakaian yang terbatas. Kerusakan pada harddisk dapat disebabkan beberapa hal. Misalnya :

* Power supply yang tidak memadai dan merusak kontroller harddisk dan motor.
* Harddisk terjatuh dan merusak mekanik didalamnya atau minimal terjadi bad sector.
* Terlalu sering dibawa bawa tanpa pengaman membuat platter harddisk rusak karena goncangan berlebih.
* Suhu didalam harddisk yang panas membuat kondisi harddisk dalam lingkungan tidak stabil.
* Kondisi MTBF/umur harddisk, sudah tercapai dan akan rusak.

Hal yang masih dapat dilakukan untuk memperbaiki harddisk yang terkena bad sector adalah hanya kondisi dimana harddisk masih berputar, keadaan controller harddisk masih bekerja. Tetapi keadaan ini masih dibagi lagi, bila ingin mengunakan harddisk yang terkena bad sector. Masalah penyebab bad sector adalah salah satu kerusakan yang sering terjadi. Kondisi kerusakan oleh bad sector dibedakan oleh 3 keadaan.

- Kondisi dimana platter harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak dapat digunakan. Semakin lama harddisk semakin rusak dan tidak berguna lagi untuk dipakai sebagai media storage.
- Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan cukup stabil untuk harddisk. Kemungkinan harddisk masih dapat diperbaiki karena platter masih mungkin dilow level.
- Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan terdapat di cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi harddisk disimpan). Kondisi ini tidak memungkinkan harddisk diperbaiki.

Membicarakan keadaan harddisk untuk diperbaiki hanya memungkinkan perbaikan pada kondisi ke 2, dimana permukaan harddisk masih stabil tetapi terdapat kerusakan ringan di beberapa tempat.
Tujuan
- Upaya untuk mengunakan harddisk yang terdapat bad sector
- Men-eliminasi lokasi kerusakan pada bad sector.

Tahapan 1
Sebelum melakukan tahapan selanjutnya sebaiknya mengunakan tahapan 1 untuk memastikan kondisi platter harddisk yang rusak. Untuk mengetahui hal ini harddisk harus dilakukan LOW LEVEL FORMAT (LLF). LLF dapat dilakukan dari BIOS atau Software. Untuk BIOS, beberapa PC lama seperti generasi 486 atau Pentium (586) memiliki option LLF. Atau dapat mengunakan software LLF. Untuk mendapatkan software LLF dapat diambil di Site pembuat harddisk. Atau mencari utiliti file seperti hddutil.exe (dari Maxtor - MaxLLF.exe) dan wipe.exe versi 1.0c 05/02/96.

Fungsi dari software LLF adalah menghapus seluruh informasi baik partisi, data didalam harddisk serta informasi bad sector. Software ini juga berguna untuk memperbaiki kesalahan pembuatan partisi pada FAT 32 dari Windows Fdisk.

Setelah menjalankan program LLF, maka harddisk akan benar-benar bersih seperti kondisi pertama kali digunakan.
Peringatan : Pemakaian LLF software akan menghapus seluruh data didalam harddisk

Tahapan 2
Proses selanjutnya adalah dengan metode try dan error. Tahapan untuk sesi ini adalah :
a. Membuat partisi harddisk : Dengan program FDISK dengan 1 partisi saja, baik primary atau extended partisi. Untuk primary dapat dilakukan dengan single harddisk , tetapi bila menghendaki harddisk sebagai extended, diperlukan sebuah harddisk sebagai proses boot dan telah memiliki primary partisi (partisi untuk melakukan booting).

b. Format harddisk : Dengan FORMAT C: /C. Penambahan perintah /C untuk menjalankan pilihan pemeriksaan bila terjadi bad sector. Selama proses format periksa pada persentasi berapa kerusakan harddisk. Hal ini terlihat pada gambar dibawah ini.


Ketika program FORMAT menampilkan Trying to recover allocation unit xxxxxx, artinya program sedang memeriksa kondisi dimana harddisk tersebut terjadi bad sector. Asumsi pada pengujian dibawah ini adalah dengan Harddisk Seagate 1.2 GB dengan 2 lokasi kerusakan kecil dan perkiraan angka persentasi ditunjukan oleh program FORMAT :
1. Kondisi Baik :
- Display pada program Format : 0-20%
- persentasi yang dapat digunakan : 20%
2. Kondisi Bad sector :
- Display pada program Format : 21%
- persentasi yang dapat digunakan : Dibuang
3. Kondisi Baik :
- Display pada program Format : 22-89%
- persentasi yang dapat digunakan : 67%
4. Kondisi Bad sector :
- Display pada program Format : 91%
- persentasi yang dapat digunakan : Dibuang
5. Kondisi Baik :
- Display pada program Format : 91-100%
- persentasi yang dapat digunakan : 9%

c. Buat partisi kembali : Dengan FDISK, buang seluruh partisi didalam harddisk sebelumnya, dan buat kembali partisi sesuai catatan kerusakan yang terjadi. Asumsi pada gambar bawah adalah pembuatan partisi dengan Primary dan Extended partisi. Pada Primary partisi tidak terlihat dan hanya ditunjukan partisi extended. Pembagian pada gambar dibawah ini adalah pada drive D dan F (22MB dan 12 MB) dibuang karena terdapat bad sector. Sedangkan pada E dan G ( 758MB dan 81MB) adalah sebagai drive yang masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan.



Bila anda cukup ngotot untuk memperbaiki bad sector anda, dapat juga dilakukan dengan try-error dengan mengulangi pencarian lokasi bad sector pada harddisk secara tahapan yang lebih kecil, misalnya membuat banyak partisi untuk memperkecil kemungkinan terbuangnya space pada partisi yang akan dibuang. Semakin ngotot untuk mencari kerusakan pada tempat dimana terjadi bad sector semakin baik, hanya cara ini akan memerlukan waktu lebih lama walaupun hasilnya memang cukup memuaskan dengan memperkecil lokasi dimana kerusakan harddisk terjadi.



d. Untuk memastikan apa bad sector sudah terletak pada partisi harddisk yang akan dibuang, lakukan format pada seluruh letter drive dengan perintah FORMAT /C. Bila bad sector memang terdapat pada partisi yang dibuang (asumsi pada pengujian bad sector terletak pada letter drive D dan F), maka partisi tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila terjadi kesalahan, misalnya kerusakan bad sector tidak didalam partisi yang akan dibuang melainkan terdapat pada partisi yang akan digunakan, anda harus mengulangi kembali proses dari awal dengan membuang partisi dimana terdapat kesalahan dalam membagi partisi yang terkena bad sector. Hal yang perlu diingat : Pembuatan partisi dilakukan dari awal ke akhir, misalnya C, D, E dan selanjutnya. Untuk membuang partisi mengunakan cara sebaliknya yaitu dari Z ke C. Kesalahan dalam membuang dan membuat partisi yang acak acakan akan mengacaukan sistem partisi harddisk.

e. Proses selanjutnya adalah membuang partisi yang tidak digunakan lagi. Setelah melakukan pemeriksaan dengan program FORMAT, maka pada proses selanjutnya adalah membuang partisi yang mengandung bad sector. Pada gambar dibawah ini adalah: Tahap membuang 2 partisi dengan FDISK untuk letter drive D dan E. Untuk E dan G adalah partisi letter drive yang akan digunakan.



f. Pada akhir tahapan anda dapat memeriksa kembali partisi harddisk dengan option 4 (Display partitisi) pada program FDISK, contoh pada gambar dibawah ini adalah tersisa 3 drive : C sebagai primary partisi (tidak terlihat), 2 extended partisi yang masih baik dan partisi yang mengandung bad sector telah dihapus.



g. Akhir proses. Anda memiliki harddisk dengan kondisi yang telah diperbaiki karena bad sector. Letter drive dibagi atas C sebagai Primary partisi dan digunakan sebagai boot, D (758MB) dan E (81MB) adalah partisi ke 2 dan ke 3 pada extended partisi.

Bila anda belum puas dengan hasil mencari bad sector, maka anda dapat mengulangi prosesur diatas. Untuk melakukan Tips ini sebaiknya sudah mengetahui prosedur dalam membuat partisi dengan program FDISK.

Yang perlu dicatat pada tip ini adalah, berhati-hati pada pemakaian program LLF. Sebaiknya mengunakan single drive untuk mengunakan program ini. Kesalahan melakukan LOW LEVEL FORMAT pada harddisk sangat fatal dan tidak dapat dikembalikin seperti kondisi semula.

Untuk harddisk yang terkena BAD SECTOR sebaiknya mengunakan harddisk yang kondisinya belum terlalu parah atau bad sector terdapat di beberapa tempat dan tidak sporadis tersebar. Kerusakan pada banyak tempat (sporadis bad sector) pada harddisk akan menyulitkan pencarian tempat dimana terjadi bad sector.

Saturday, August 2, 2008

Cara Membuat Blog

CARA MEMBUAT BLOG

Sebenarnya di Internet sudah banyak tulisan sejenis. Tp karena di shoutbox situs blog pribadi dan email saya sering banget yg nanya plus minta diajarin, jadi saya coba tulis aja.
Tapi, buat pemula harap sabar yah kalo pengen blognya bisa bagus, gak bisa instan, ada langkah2nya. Pertama bikin blog standar dulu, trus belajar utak-atik template, trus nambah pernak-pernik, dst :)

Bikin blog itu gampang, caranya seperti layaknya bikin email. Syaratnya kita bisa mempunyai blog: harus punya account email dulu, terserah mau di Yahoo, di Gmail, dsb. Kali ini, kita coba yg paling banyak digunakan aja, bikin blog di blogger.com (atau disebut juga blogspot) seperti blog ini. Ikutin aja langkah-langkah berikut.

UPDATE (20 Nov 06) - Blogger Beta:
Bagi yang user baru (yg register setelah tgl 10 Nov 06 hingga tulisan ini diedit), registernya bisa menggunakan account Gmail yg sudah dimiliki, atau register dengan email yang sudah dimiliki yg nantinya bisa untuk account Gmail. Ikuti saja langkah2 berikut.

1. Buka browser kita, lalu ketik alamat www.blogger.com. Nah kita akan menjumpai tampilan seperti di bawah ini.



1.a.= jika sudah registrasi, kita bisa login di sini. Sign in to Blogger (utk pengguna blogger lama) atau Sign in to blogger in beta (utk pengguna blogger new version/beta).
1.b.= klik bagian ini jika belum registrasi.
2. Klik pada poin 1.b, 'Create Your Own Blog'.

3 (beta). Isi form di bawah ini dengan lengkap.



Jika kita punya account Gmail dan ingin register menggunakan itu, klik di bagian tanda (a), lalu kita harus login menggunakan username dan password mail kita.
Tapi jika kita ingin menggunakan account email yang lain (Yahoo misalnya), isi form di bagian (b) dengan lengkap.

* email address: alamat email kita yang valid, misal namaku@yahoo.com.
* password, isikan pasword yang kita pilih.
* display name: nama yang akan muncul di tiap postingan.
* word verification: isikan kode yang muncul di gambar.
* centang bagian "I accept...."

Lalu klik 'Continue'.

Di bawah ini (No. 3) utk Blogger yg Old Version. Sebelum 10 Nov 06, langkahnya seperti di bawah. Tapi sekarang (hingga update terakhir ini), langkahnya skip langsung ke no 4.
3 (old). Isi form seperti gbr di bawah dengan lengkap.




* Username, nama untuk login.
* Password, password untuk login (min. 6 karakter).
* Retype Password, ulangi password yang ditulis sebelumnya.
* Display Name, nama yang akan muncul di tiap postingan.
* E-mail Address, alamat email yg kita gunakan.
* Jangan lupa centang 'I accept the Terms of Service'!

Catatan: biasa terjadi proses gagal kalo username yang diisikan sudah digunakan org laen. Jadi coba terus dengan username yang lebih unik. Klik 'Continue' untuk melanjutkan.

4. Setelah poin 3 di atas berhasil, kita akan menemui halaman seperti di bawah ini. Langkah selanjutnya ini gunanya untuk menamai blog kita.




* Blog Title, Judul Blog.
* Blog Address (URL), Alamat Blog.
* Setelah nulis alamat, klik 'Check Availability', jika available maka kita bisa menggunakan alamat tsb. Jika tidak, pilih nama lain.
* Word Verification, ketik huruf kode yang muncul di browser.

Lalu klik 'Continue'. Jika gagal, coba cek kembali alamat blog yang kita masukkan, dan coba dengan yang lebih unik.

5. Next: memilih template. di Blogspot sudah tersedia beberapa tampilan layout yang bisa kita gunakan. Memang sih masih sederhana dan biasa aja, tapi nantinya bisa diganti kok.
Pilih salah satu yg ingin kita gunakan dengan klik di bagian bulatan (radiobutton), lalu klik 'Continue'.




Selanjutnya, blog kita tersebut akan diproses, sabar saja kalau agak lama (terutama jika koneksinya lelet). Kalo udah sukses, akan ada pemberitahuan di situ: 'Your blog has been created'.
Lalu klik 'Start posting' untuk mulai menulis.

Mulai lah menulis postingan pertama. Di blogger beta kita bisa mengisi bagian 'Label' yang fungsinya seperti kategori. Jika telah selesai menulis, klik 'Publish Post'.

Coba buka situs blog kita, di alamat yang sudah kita pilih tadi di poin no. 4.
Oh iya, alamat kita berarti menjadi seperti ini: http://alamatkita.blogspot.com ok.

Friday, August 1, 2008

Memori Lebih Lengang Tanpa File DLL

Dengan Membersihkan File DLL yang tidak lagi dipakai dari memori, kinerja komputer bisa lebih cepat. Nah, bagaimana cara membersihkan file DLL sampah itu dari memori? Sebelumnya, ini sekilas mengenai file DLL.

Windows memiliki sebuah "Perpustakaan" bernama Dynamic Link Library yang biasa disingkat dengan DLL. Untuk keperluan beberapa program, biasanya perpustakaan ini secara sementara diletakkan pada memori agar prosesor cukup mengakses memori, tidak perlu mondar-mandir ke hard disk yang kerjanya lebih lambat ketimbang memori. Namun, pada beberapa kasus, file DLL yang berada di memori tidak dihapus meskipun tidak satu aplikasi pun membutuhkannya.

Akibatnya adalah pemborosan memori. Kalau memori yang ada pada komputer terbatas, misalnya cuma 64 MB, wah komputer bisa jalan amat lambat. Cara mengatasinya adalah dengan membersihkan file DLL yang sudah tidak dipakai. Untuk itu, lakukanlah langkah-langkah berikut ini.

1. Jalankan Registry Editor. Mudah-mudahan tidak lupa caranya. kalau lupa, caranya begini : klik [Start]>[Run] kemudian ketik "Regedit" lalu tekan [Enter].
2. Masuklah ke subkey My Computer\HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer
3. Klik [Edit]>[New]>[Key] pada jendela Registry Editor untuk membuat subkey baru di bawah key Explorer.
4. Beri nama subkey baru tadi dengan nama "AlwaysUnloadDLL".
5. Klik dua kali name (Default), kemudian isikan string value tersebut dengan nilai 1.
6. Tutup Registry Editor, kemudian restart Windows Anda.
Tanda kutiknya jangan ditulis


N/B : Sumber diambil dari http://tips-trik-komputer.blogspot.com
Copyleft © 2008. blog by default All rights reverted.